Situs Informasi Tempat Wisata, Sejarah, Dan Seni Budaya Di Kota Cianjur

Wednesday, February 7, 2018

Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cibeureum

Air Terjun Curug Cibeureum

Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cibeureum
Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cibeureum

berkunjung ke air terjun Cibeureum di Cibodas, Jawa Barat. Air terjun ini ada di kaki gunung Gede – Pangrango, untuk meraihnya, kita mesti lakukan trekking jalan menanjak melintas jalur rimba hujan tropis sepanjang lebih kurang 2 jam.

 Air terjun ini ada pada ketinggian 1, 675Mdpl. Saat single, sesungguhnya saya beberapa kali sudah mendaki gunung Gede – Pangrango yang pastinya meluangkan diri juga untuk berkunjung ke air terjun ini. Tetapi akhir November 2017 ini, saya mengajak keluarga termasuk juga anak saya yang paling kecil (8 th.) untuk trekking dengan maksud hingga ke air terjun ini. Perjalanan diawali mulai sejak jam 4 pagi dari rumah kami di Depok menuju ke Pos Pendaftaran di Cibodas, Cipanas Puncak.

 Terkecuali untuk hindari macet pada jalur puncak, Saat yang pas berkunjung ke air terjun ini yaitu pada pagi hari, argumennya supaya waktu mendaki udara masih tetap sejuk serta kabut masih tetap belum juga banyak yang turun. Supaya tidaklah terlalu malam waktu perjalanan pulang, petugas membatasi saat pendaftaran pengunjung paling telat jam 2 siang. 

Keindahan Alam Selama Perjalanan Menuju Air Terjun Cibeureum 

Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cibeureum
Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cibeureum

Pas jam 6. 30 pagi, kami tiba di Cibodas, tempat pendaftaran ada lebih kurang 200m dari pintu 2 Kebun Raya Cibodas. Sebelumnya mulai trekking, saya luangkan untuk beli mie instan, air mineral serta sebagian makanan kecil untuk bekal perjalanan. 

Di pos pendaftaran, tiap-tiap pengunjung dengan maksud air terjun Cibeureum dipakai cost sebesar Rp. 18, 000 telah termasuk juga cost karcis masuk, asuransi serta pajak. Sesudah membayar karcis untuk 4 orang, kami segera mulai trekking. 

Jalur trekking telah cukup nyaman, karna telah terbagi dalam batu kali yang disusun membuat undakan-undakan. Di bagian kiri serta kanan yaitu pohon-pohon rimba hujan tropis yang cukup lebat, seperti pisang rimba, pakis-pakisan, sampai pohon rasamala yang tinggi serta besar. 

Untuk fauna, yang seringkali didapati yaitu burung, monyet, tupai serta sebagian serangga rimba. Binatang buas seperti macan tutul juga ada di rimba ini, tetapi begitu tidak sering tampak. 

Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cibeureum
Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cibeureum

Air Terjun Cibeureum 

Trekking menuju tempat Air Terjun Cibeureum 
Sesudah kurang lebih 1 jam perjalanan, kami hingga di danau biru, yakni danau di kaki gunung gede – pangrango yang airnya tampak berwarna biru.

 Warna biru itu karena sebab tumbuhnya ganggang didalam danau dikarenakan danau ini begitu tidak sering terserang cahaya matahari.

 Di samping danau ada aliran sungai kecil yang airnya begitu jernih menaikkan keindahan ruang itu. Kami pernah membersihkan muka di sungai itu untuk beri kesegaran sebelumnya meneruskan trekking. 

Danau Biru 
Setelah itu yang kami jumpai yaitu jembatan rawa gayonggong, yakni berbentuk jembatan panjang yang dibawahnya ada rawa yang datang dari kawah mati serta didominasi oleh rumput gayonggong. 

Pemandangannya begitu indah dengan latar belakang gunung pangrango. Banyak pendaki yang meluangkan diri untuk berfoto dahulu di jembatan ini. 

Menurut info dari petugas penjaga hutan, jembatan itu juga seringkali dilintasi oleh macan tutul saat musim kawin. 

Jembatan rawa Gayonggong yang seringkali dilewati macan tutul 
Pos ke-3 yang kami jumpai yaitu Pos Panyancangan Kuda, disinilah ada pertigaan jalur, ke kiri yaitu menuju ke puncak Gede – Pangrango serta ke kanan yaitu menuju ke air terjun Cibeureum. 


Karna maksud kami memanglah cuma untuk hingga di air terjun, kamipun pilih jalur yang ke kiri. Dari pos itu, tempat air terjun tidaklah terlalu jauh, cuma sekitaran 5 sampai 10 menit perjalanan yang relatif alami penurunan, pada akhirnya sampailah kami di tempat air terjun.

 Panorama di tempat itu begitu indah, meskipun perjalanan yang begitu melelahkan, rasa-rasanya terbayarkan dengan panorama indah air terjun. Ada 3 air terjun yakni di bagian kiri yaitu Curug Cibeureum, curug ini yaitu curug yang paling pendek (lebih kurang 40m), tetapi mempunyai debet air yang paling deras. Di dalam ada curug Cidendeng yang lebih tinggi dari Curug Cibeureum, tetapi debet air lebih sedikit. Yang ke-3 serta paling kanan yaitu Curug Cikundul, tempatnya agak jauh serta ada dibalik bukit, air terjun ini mempunyai debet air yang lebih kecil di banding curug Cibeureum.

 Di areal itu telah ada MCK, Mushola serta gazebo-gazebo untuk beristirahat sembari nikmati panorama air terjun. Sesudah asyik bermain air, kami pernah memasak mie instan dengan memakai kompor portable yang memanglah telah saya sediakan.



No comments:

Post a Comment